Postingan

2nd Anniversary

Aku teruja sangat mengetahui Bang Syaiha sama istri Kak Ella Nurhayati dah 2nd anniversary. Wah selamat ya, anak didikmu sangat senang melihat kebahagian kak dan abang. Apalagi liat bang Alif juga udah setahun, bikin tambah bahagia aja. Disini, aku, walaupun jauh dari kalian. Jauhlah, di negeri seberang Kedah, Malaysia dekat dengan perbatasan Thailand lagi. Tapi itu semua tidak akan menghalangi doa aku kepada kak dan abangku. Aku mendoakan kak Ella Nurhayati, Bang Syaiha dan bang Alif bahagia terus selamanya, baik di dunia dan di akirat. Aku di sini bangga sama Bang Syaiha dan keluarga yang punya ide buat menambahkan ukhwah dengan kita-kita ini yang dari Sabang sampai Mereuku, bahkan sampai luar negeri dengan gagasan One Day One Post (ODOP). Semoga Allah menambahkan keberkatan kepada keluarga bang Syaiha. Akhir sekali, aku berdoa kak Ella Nurhayati dan Bang Syaiha, makin romantis, tambah langgeng, makin lucu dan semakin-semakin yang ke positifnya. Okey. Hehe Salam ukhwah dari...

Terkesannya Hidupku "KAMU"

Gambar
Hidup ini adalah hal yang paling berkesan. Berkesan jika kamu buat hidupmu sendiri positif thingking. Bayang ada yang ajalnya sebentar tapi kamu dikasi peluang masih hidup. Ada yang salah jalan tapi kamu bisa di jalan benar. Dalam kehidupan satu hal yang paling ku ingat adalah menikah. Baru aku tau rasanya itu seperti apa. Kalau ditanya pengalamannya dan diingat lagi hari H pernikahan aku akan senyum malu-malu. Kalau liat yang lagi menikah, aku juga ikut girang. Menikah itu pengalaman yang berkesan loh. Cerita sedikit tentang kisah pernikahanku. Sebenarnya suami aku yang sekarang bukanlah idaman aku. Beliau gak open keadaan dan cuek abis, persis kayak aktor korea. Mau?  Aku sukanya yang ramah sama pengertian. Udah dapat tapi gak direstui. Jadi ayahku minta cari yang dekat-dekat jangan yang jauh. Akhirnya muncullah seseorang yang yang dekat ini. Awal perkenalan bulan Juli, tanggal 23 atas urusan bisnis, stiker keyboard arabic. Sumpah kecewa berat sama ini anak. Memang g...

Fajar Nan Indah

"Liat." Aimi menunjukkan pemandangan senja. Di depan teras rumah di pinggir panggir pantai dihiasi pepohon nan rindang. Aimi dan suaminya yang baru saja menikah tadi pagi dan sehabis nikah mereka langsung berangkat ke tempat liburan, untuk honeymoon pastinya. Hanif memegang erat tangan istrinya. Mereka sama-sama melihat kearah pemandangan sore yang sangat indah. Ada keindahan tersendiri di hati masing-masing. "Sayang, jika kelak ada kekuranganku. Ingatlah akan kenangan saat ini. Sama-sama kita memandang keindahan alam sambil berpegang tangan." Aimi terharu mendengar luahan hati suaminya. "Aku juga harap begitu. Ketika ada kekuranganku kelak. Ingatlah apa yang telah kita ucapkan disini." Hanif mengangguk mengerti apa yang diluahkan Aimi. Senja menjadi saksi akan hadirnya cinta. Fajar nan indah tidak akan terlupakan begitu saja. Pandanga mereka sama, tujuan kini menjadi satu. Satukan cinta menuju cinta Rabb dan biarlah fajar menjadi saksi.

Jauh

"Kau!" teriak Hurr dengan kencang. Tangannya menunjuk wajah Anis. Matanya seolah ingin menelan Anis. "Jangan kau ganggu aku, Anis!" Anis terpaku di tempat. Kaget melihat tingkah laku Hurr yang datang tanpa di undang dan langsung berteriak. Hurr melangkah pergi meninggalkan Anis sendiri. Banyak mata yang melihat seolah tidak percaya. Ada apa gerangan dua sahabat baik ini bermusuhan. "Salahku apa." gumam Anis di depan kaca kamar mandi. Air matanya mengalir bercampur dengan basuhan mukanya. Sungguh Anis tidak menyangka Hurr akan berteriak padanya di depan khalayak. Lama Anis memandang cermin sambil berpikir. "Apa yang telah aku lakukan sehingga Hurr marah besar." lagi-lagi Anis mencuci wajahnya, meratakan bekas-bekas air matanya. Anis menangis lagi, kali ini ia menekuk lutut. Kepalanya ditekuk dan ia menangis lebih kencang. "Salahku apa." rasanya sudah beribu kali Anis mengucapkan itu. Anis melepaskan semua, keluh kesah, sedih da...

Tidak Untuk Pacaran

Gambar
Hakikatnya, perempuan yang baik tidak mungkin mau pacaran dan lelaki yang baik tidak mungkin mengajak pacaran Tazkirah sebentar di Masjid Qatrun menyusup ke hati yang mendengarnya. Tidak mungkin mengajak pacaran dan menerima pacaran jika mereka benar baik. Ali mengangguk-angguk kepalanya setuju dengan tazkirah tersebut. Ia berazam untuk menjadi baik dengan tidak pacaran. Di belakang saf, barisan perempuan. Aisyah berazam untuk menjadi baik dengan tidak mau pacaran. Doa mereka sampai ke langit, malaikat mengaminkan dan Allah ingin mengabulkan. Hanya tunggu masa yang tepat di saat waktu yang tepat. Padahal mereka hanya berazam tapi tetap saja di dengar. Di tempat yang lain sepasang suami istri Hilma dan Hilya sedang menikmati secangkir teh dan gorengan. Ketika Hilmi sedang mengecapi gorengan, Hilya ingin membuka suara. "Kanda, menurutmu siapakan yang cocok untuk anak didikku Aisyah. Sebagai murabbi Aisyah, rasanya sudah waktunya Aisyah menikah dengan yang sefikrahnya. Bi...

Aku Rindu

Dia datang, nafasnya tercuap-cuap. Aku sangat yakin dia buru-buru. Aku senyum, sememangnya dari tadi menunggu dia. Dia yang buru-buru dan aku yang pura-pura tak tau. "Maaf tadi Ika lari dari sana." Aku tersenyum, gak dibilang juga aku tau. Keringatan dah keliatan. "Ika kira, Ika mau ditinggalin." Kami kini berjalan beriringan. Masih tersenyum, malas untuk ku ladenin biarlah dia bisa bernapas sempurna dulu. " Putra, masih disini kok, gak mungkin Putra tinggalkan Ika." Dia tersenyum, aku tau, aku suka dengan senyumannya. Bersamanya jantungku berdegup kencang. Iya, aku jatuh cinta padanya. Cinta akan ketidaksabarannya, cinta akan keburu-buruan dan cinta akan kebaikannya. Kenyataannya, dia belum tentu akan membalas cintaku. "Jadi kan kita jalan-jalan ke Mall?" Aku mengangguk. Kami janjian untuk jalan-jalan. Kuliah terasa jenuh, rasanya jalan-jalan dengannya pasti menyenangkan. Tinggal saat yang tepat akan ku jelaskan cintaku padanya. Di M...

Cinta Dari Hati

Dahulu kita berdampingan Jalan beriringan Aku di sisimu Kamu di sisiku Dahulu aku pergi Tanpa punya pilihan Aku hanya pasrah Meninggalkanmu Keadaan aku kalah Sekarang aku kesal Memilikimu mustahil Biarlah cinta ini Hanya dari hatiku saja